Senin, 14 April 2014

Disfunfsi ereksi

Gangguan Ereksi
Salah satu penyakit yang paling menakutkan bagi para lelaki dewasa adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang memadai untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan, atau yang disebut disfungsi ereksi.

Pembentukan plak aterosklerosis akibat kolesterol tinggi dapat terjadi pada pembuluh darah penis (penyumbatan pada arteri dorsalis penis) sehingga menyebabkan penis tidak mendapatkan aliran darah yang cukup untuk ereksi. Kontrol Kolesterol Anda dan pertahankan hubungan seksual yang memuaskan. Diabetes Melitus atau Kencing Manis adalah keadaan dimana kadar gula darah melebihi batas normal.

Anatomi Penis
Penis merupakan organ berbentuk silinder yang terdiri atas 3 buah tabung yaitu :

    - 2 buah tabung yang disebut dengan Corpus Cavernosum
    - 1 buah tabung yang disebut dengan Corpus Spongiosum

Corpus Cavernosum dan Spongiosum merupakan tabung berongga yang dapat terisi darah pada saat penis mengalami ereksi. Pada Korpus Spongiosum terdapat uretra yang berfungsi untuk mengalirkan urin dan cairan mani.

Organ Pembentuk Sperma

Testis (buah zakar) :

    – Produksi sel spermatozoa, hormon testosteron Vesicula seminalis (gelembung mani) :
    – Produksi cairan mani, berfungsi sebagai media perjalanan sel spermatozoa
    – mengandung nutrisi untuk spermatozoa

Kelenjar prostat

:
    – Produksi cairan dengan fungsi sama dengan cairan mani
    – Pembesaran prostat menyebabkan retensi urin

Organ Penyalur Sperma

Epididimis : Berasal dari testis Vas Deferens : Lanjutan epididimis dan bermuara di uretra bagian prostat Uretra : menyalurkan sperma keluar tubuh

penampang organ pria

Penis merupakan organ erektil yang berfungsi untuk melakukan hubungan seksual. Proses ereksi terdiri atas beberapa fase sebagai berikut :

Proses Ereksi

Rangsangan saraf simpatis à otot polos berkontraksi à Penis dalam keadaan Flaksid Rangsangan parasimpatis à otot polos relaksasi à aliran darah ke penis meningkat à trabekula penis terisi darah à penis mengeras Pengerasan penis à vena terjepit à vena oklusi Aliran darah masuk > aliran darah keluar à penis kaku (rigid) Kontraksi otot pelvis disekitar akar penis akan mengurangi aliran darah keluar dan meningkatkan rigiditas penis detail 1 detail 2 Sedangkan fase-fase ereksi dapat dijelaskan sebagai berikut : Fase Ereksi Flaksid --> Laten (Pengisian) --> Tumesensi --> Ereksi penuh --> Ereksi cepat / rigid --> Detumesensi Flaksid : Aliran darah arteri minimal Laten (Pengisian) : Aliran darah arteri meningkat, penis mengalami elongasi, tekanan intrakavernosa tetap Tumesensi : Tekanan intrakavernosa meningkat cepat, aliran darah arteri berkurang, penis menjadi memanjang dan elongasi Ereksi Penuh : Tekanan intrakavernosa meningkat ± 90% tekanan sistolik Ereksi Cepat : Otot iskiokavernosa dan bulbokavernosa berkontraksi, tekanan intrakavernosa meningkat di atas tekanan sistolik,

penis kaku

Detumesensi : Setelah ejakulasi, otot polos berkontraksi, aliran arteri menurun, aliran vena meningkat, penis melemas Paradigma Baru Disfungsi Ereksi, Menuju Aktivitas Seksual yang Memuaskan

Definisi Disfungsi Ereksi berdasarkan NIH (National Institute of Health) menyatakan bahwa Disfungsi Ereksi adalah suatu keadaan yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan aktivitas seksual yang memuaskan. Kualitas ereksi sangat berperan terhadap aktivitas seksual yang memuaskan.

Prevalensi

Angka kejadian Disfungsi Ereksi adalah sebesar 13 hingga 28% pria usia 40 hingga 80 tahun di seluruh dunia. Angka ini diprediksi akan meningkat yaitu sebesar 300 juta pria pada tahun 2025. Di Asia Tenggara sendiri angka kejadian Disfungsi Ereksi adalah sebesar 28,1%.

Disfungsi ereksi dapat ditentukan dengan mengukur tingkat keras / tidaknya ereksi dengan menilai derajat ereksi yang digolongkan sebagai berikut :
DE berat (ereksi derajat 1)

    Penis membesar tetapi tidak keras DE sedang (ereksi derajat 2) Penis keras tetapi tidak cukup untuk melakukan penetrasi DE ringan (ereksi derajat 3) Penis keras dan dapat melakukan penetrasi tetapi tidak benar-benar keras Tidak DE (ereksi derajat 4) Penis benar-benar kaku dan keras

Penyebab dari DE bisa disebabkan karena :
Sebab Psiklogenik
Cemas Depresi Kelemahan Rasa bersalah Stress Perkawinan bermasalah Konsumsi alkohol berlebihan

Sebab Organik
Penyakit kardiovaskular Diabetes mellitus Pembedahan usus besar, kandung kemih, prostat Sebab neurologis Priapismus Gangguan hormonal

Sebab lain : Cedera sumsung tulang belakang: 5% - 80% Pembedanan panggul dan saluran kemih serta radiasi Penyalahgunaan zat Alkohol: > 600 ml / minggu Merokok dapat meningkatkan faktor risiko lain Obat-obatan kurang lebih 25% dari kasus DE Bersepeda Mengapa DE penting? DE merupakan gejala awal penyakit pembuluh darah Banyak pria yang hanya peduli pada DE yang diderita saat ini dibandingkan dengan resiko terkena penyakit jantung (infark miokard) dan stroke di masa datang DE erat kaitannya dengan depresi DE dapat menyebabkan stress pada diri sendiri maupun dalam hubungan antar personal Kondisi medis umum yang sering ditemukan bersamaan dengan disfungsi ereksi adalah : Diabetes Depresi Penyakit pembuluh darah tepi Kolesterol tinggi Jantung koroner Tekanan darah tinggi Operasi atau cedera di daerah panggul Gangguan hormonal. Seperti rendahnya kadar testosterone. Tapi secara umum rendahnya kadar hormone pria yang biasanya terjadi pada usia lanjut lebih berhubungan dengan rendahnya gairah seksual (libido). Beberapa obat-obatan. Penggunaan beberapa jenis obat dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Seperti : anti-depresi, anti-kecemasan, obat tidur, obat penurun darah tinggi dan anti-angina, penurun kolesterol dan anti-diabetes. Pengobatan DE Pengobatan DE telah banyak dilakukan sejak dulu namun sebagian besar pengobatan adalah pengobatan invasif artinya pengobatan yang memerlukan tindakan sehingga mengakibatkan rasa kurang nyaman bagi pasien. Saat ini sudah tersedia terapi non invasif. Pengobatan tersebut antara lain : Terapi non-invasif: Eliminasi faktor resiko yang dapat berubah Konsultasi / psikoterapi Obat-obatan Alat konstriksi vakum ( VCD ) Terapi invasif: Obat-obat intra uretral Injeksi intra-kavernosal Implantasi prostesis penis Bedah vaskuler Terapi lini pertama: Obat erektogenik oral misalnya sildenafil Alat konstriksi vakum Terapi seksual / pasangan Terapi lini kedua: Injeksi Intrakavernosa Terapi Intraurethral Terapi lini ketiga: Operasi prostesis penis Tentang Sildenafil Sildenafil merupakan obat oral pertama yang disetujui oleh FDA sejak tahun 1998 untuk terapi disfungsi ereksi Sildenafil merupakan obat resep yang telah digunakan oleh 27 juta pria dengan Disfungsi Ereksi dan diresepkan oleh > 700.000 dokter dengan 150 juta peresepan di seluruh dunia memiliki efikasi dan keamanan yang baik. Referensi : Mc Vary KT, NEJM 2007;357(24):2472-2481 Feldman HA et al,J Urol 1994;151:54-61 Padma-Nathan, Int J Imp Res 2006;18:423-431 Viagra product monograph 1998